Rabu, 19 April 2017

   ISTILAH ISTILAH DALAM BISNIS PARIWISATA                                         

1.       Adult                                     :  kategori  dewasa dalam tiket ,tidak akan dapat diskon dalam pembelian.
2.       Airport service charge    :  biaya yang di bebankan oleh pengelola bandara  kepada penumpang karena ikut memanfaatkan  jasa jasa pelayanan dan penggunaan fasilitas dalam terminal tersebut.
3.       Auxiliary service operator : Penyelenggara /penyedia pelayanan meliputi akomodasi hotel,tour,car rental,air taxi, dan yang bersangkutan dengan perjanan penumpang.
4.       Baggage allounce             : Kapasitas  bagasi / barang yang boleh di bawa oleh penumpang  untuk keperluan / kenyamanan penumpang selama dalam perjalan.
5.       Baggage claim area          : Tempat /area pengambilan  bagasi  di airport.
6.       Boarding airline                 : Penerbangan yang mengangkut penumpang dari suatu kota keberangkatan / boarding point.
7.       Boarding point                  : Tempat  / kota airport di jadwalkan berangkat memakai suatu penerbangan tertentu.
8.       Booking                                : Pemesanan tempat / akomodasi yang di buat / di miliki.
9.       Carrying  member            :  Setiap airline yang yang ikut aktif mengangkut dalam suatu perjalan penumpang.
10.   Check in                               : Tindakan penumpang untuk melapor  kepada pihak hotel maupun airline.
11.   Children                               : Kategori anak anak yang di kenakan diskon pada saat pengissuedtan tiket tetapi hanya garuda Indonesia yang memberikan diskon kepada anak anak.
12.   Continue itinerary           : Segmen  lanjutan ( tidak termaksud GAP) yang di miliki penumpang dalam suatu perjalanan.
13.   Connection fight              : Pemberhentian pesawat terbang di suatu tempat tertentu,kemungkinan untuk pergantian pesawat biasanya terjadi pada penerbangan internasional.
14.   Destination                         : Tempat tujuan penerbangan ,tempat yang merupakan tujuan akhir dari suatu perjalanan.
15.   Deplanning point             : Kota / airport tempat penumpang di jadwalkan mengakhiri perjalanan dalam suatu penerbangan tertentu.
16.   Direct fight                          : Penerbangan langsung dari origin  point menuju destination tanpa ada transit.
17.   Duplicate reservation     : Dua pembukuan / lebih yang di buat oleh seseorang /beberapa penumpang yang sama ,sedangkan penumpang tersebut hanya dapat menggunakan salah satu dari reservasi tersebut.
18.   Endorsement                    : Otorisasi dari perusahaan  penerbangan kepada pejabatnya untuk memindahkan hak pemakaian dari ticket atau fight coupon  kepada perusahaan penerbangan lainnya.
19.   Estimate time arrival (ETA) : Ketika sebuah kapal,kendaraan,pesawat kargo,layanan darurat/computer di harapkan tiba di tempat tertentu.ETA biasanya berarti perkiraaan waktu /di harapkan dari kedatangan /untuk mencapai /tersisa.
20.   Estimate time departure     : Data dan waktu di mana perjalanan udara / kapal di perkirakan akan berangkat dari sebuah kota melalui bandara / pelabuhan.
21.   Excange voucher                 : Voucher yang di keluarkan oleh BPW yang ada di dalam negeri sebagai pengganti voucher yang di bawa wisatawan dari negaranya.
22.   Fare                                         : Harga yang di kenakan pada penumpang ketika membeli tiket,fare terdiri  atas : fare basic,fuel surcharge,tax dan iuran wajib jasa raharja.
23.   Flight coupon                     : Kupon yang harus di isi sesuai dengan data reservasi penerbangan .
24.   Flight number                    : Nomor penerbangan suatu airline.
25.   Gap                                        :  Bagian dari itinerary penumpang yang  melibatkan transportasi di luar airline.
26.   Group                                   :  Permintaan reservasi dari rombongan  penumpang dengan jumlah sepuluh orang atau lebih (tidak termaksud bayi) yang bermaksud melakukan perjalan bersama.
27.   High season                        : Masa di manapermintaan terhadap kamar / tiket sangat tinggi sehingga  hotel dan airline sering menaikan harga kamar/tiket .high season terjadi pada hari hari besar  seperti natal,idul fitri,tahun baru,dll.
28.   Inadmissible                       : Penumpang yang tiba dari suatu penerbangan tetapi kedatangannya di tolak oleh badan yang berwenang di Negara tersebut.
29.   Incentive travel                                : Perjalanan liburan di atur oleh / melalui majikan dan di berikan sebagai bonus motivasi  untuk kualifikasi karyawan /penjual.
30.   Handicap  passenger      : Penumpang Yng cacat ,untuk itu,airline selau memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan oleh penumpang cacat seperti kursi roda,dll.
31.   Infant                                    :  Infant (0 bulan – 23 bulan) memiliki tingkat diskon yang mencapai 75% dari  total fare.
32.   Inclusive                              : Paket wisata (suatu perjalanan wisata dengan satu  atau lebih tujuan kunjungan  yang di susun dari berbagai fasilitas perjalan tertentu dalam acara yang tetap serta di jual dengan harga tunggal yang menyangkut seluruh komponen wisata).
33.   Intercharge fight              :  Penerbangan yang di operasikan oleh dua / lebih perusahaan yang sama dari suatu boarding point sampai deplaning point untuk memberikan keuntungan lansung kepada penumpang.
34.   Interline point                   : Setiap kota / airport dalam suatu itinerary penumpang,tempat penumpang bergantian / berpindah penerbangan dari suatu airline lainnya.
35.   Itenerary                             : Keseluruhan perjalanan penumpang dari awal hingga akhir meskipun di dalamnya terdapat / di pisahkan oleh gap.
36.   Late cancelation               : pembatalan reservassi yang di lakukan penumpang menjelang saat keberangkatan sehingga airline tersebut tidak mungkin menjualnya kembali.
37.   Cancel free                         : Pembayaran / pembatalan.
38.   Leg                                         : Jarak antara pemberhentian penerbangan  yang berurutan pada satu perjalanan.
39.   Low season                        : suatu periode dalam setahun di mana arus perjalanan wisatawan rendah.
40.   Married segment             : Penggabungan antara connecting fight dengan leg yang hanya  mempunyai perbedaan pada origin dan destination.
41.   Minumum connecting time  : Waktu minimum yang di butuhkan operator  untuk mentransfer  penumpang dan bagasi dari satu penerbangan  ke penerbangan ke penerbangan yang lain.
42.   Missconnection                :  Suatu situasi yang terjadi apabila  seseorang  penumpang terlambatnya penerbangan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan  dengan penerbangan berikutnya.
43.   Miscellaneous  chargers orders :   Suatu  situasi yang terjadi apabila seseorang  penumpang yang terlambat tiba di interline point akibat dari terlambatnya penerbangan  sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan penerbangan berikutnya.
44.   No record passenger      : Suatu keadaan ketika penumpang yang telah memiliki reservasi dan menunjukan tiket dengan status confirm atau ok tetapi airline office dari boarding member di kota  tersebut tidak memiliki catatan transaksi yang menyatakan  bahwa airline pernah memberikan atau memberikan reservasi  dengan status confirm seperti yang tertera pada tiket.
45.   Non carrying airline         : airline yang  tidak ikut berpartisipasi dalam menerbangkan penumpang tetapi menangani permintaan / pembuatan reservasinya.
46.   Opendate ticket               :   Tiket penerbangan yang telah di terbitkan dengan tanggal keberangkatan dan  / nomor  penerbitan yang belum bisa di pastikan lagi.
47.   Origin                                    : Kota awal sebelum keberangkatan di mana seseorang penumpang memulai perjalanan.
48.   Over booking                     : Suatu keadaan ketika perusaaan  airline melakukan penerimaan reservasi melebihi kapasitas yang dapat di jual.
49.   Over  sale                            : sebuah kondisi di mana harga sebuah asset telah merosot tajam dan  ketingkat bawah yang nilai sebenarnya berada.
50.   Passenger name record : Catatan transaksi reservasi  yang telah di buat oleh setiap penumpang ,lengkap dengan berbagai informasi  Yang di perlukan  untuk memproses dan mengontrol transaksi reservasi tersebut  baik oleh kantor penjualan maupun participating airlines.



ORGANISASI HOTEL
Dalam struktur organisasi kedudukan menggambarkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seseorang dalam rangka suatu satuan organisasi. Sifatnya fleksibel dan dapat diubah sesuai kebutuhan. Setiap hotel memiliki struktur organisasinya sendiri.
Berikut nama-nama jabatan utama yang biasa dikenal dalam bisnis perhotelan:
a.       General Manager (GM); Merupakan pimpinan tertinggi
b.      Resident Manager (RM), Executive  Assistant Manager (EAM); Wakil GM yang menangani operasional secara umum.
c.       Controller, Chief Accountant, Purchasing Manager, Store Manager, Credit Manager, Accounting Office Manager, Night Auditor; bidang pengelolaan keuangan dan pengawasan keuangan serta penyewaan ruang perkantoran.
d.      Food & Baverage Manager; pengelolaan & penjualan fasilitas terkait tataboga & konvesi. Di dalamnya termasuk; Bnaquet Manager, Restaurant Manager, Coffee Shop Manager, Room Service Manager, Waiter-waitress Bar Manager, Bartender, Grand Chef, Executive Chef, Sous Chef, Cook.
e.       Resident Engineer, Chief Engineer; mengelola pemeliharaan bangunan, instalasi dan pengoperasiannya, ijin serta perbaikannya (seluruh engineer department).
f.       Human Resources Development Manager, Personel Manager; mengelola SDM.

g.      Marketing Manager, Sales Manager, Public Relations Manager; pemasaran dan hubungan masyarakat.