ISTILAH ISTILAH
DALAM BISNIS PARIWISATA
1. Adult
: kategori dewasa dalam tiket ,tidak akan dapat diskon dalam
pembelian.
2. Airport
service charge : biaya yang di bebankan oleh pengelola
bandara kepada penumpang karena ikut memanfaatkan jasa jasa
pelayanan dan penggunaan fasilitas dalam terminal tersebut.
3. Auxiliary
service operator : Penyelenggara /penyedia pelayanan meliputi akomodasi
hotel,tour,car rental,air taxi, dan yang bersangkutan dengan perjanan
penumpang.
4. Baggage
allounce
: Kapasitas bagasi / barang yang boleh di bawa oleh penumpang untuk
keperluan / kenyamanan penumpang selama dalam perjalan.
5. Baggage claim
area : Tempat /area
pengambilan bagasi di airport.
6. Boarding
airline
: Penerbangan yang mengangkut penumpang dari suatu kota keberangkatan /
boarding point.
7. Boarding
point
: Tempat / kota airport di jadwalkan berangkat memakai suatu penerbangan
tertentu.
8. Booking
: Pemesanan tempat / akomodasi yang di buat / di miliki.
9. Carrying
member
: Setiap airline yang yang ikut aktif mengangkut dalam suatu perjalan
penumpang.
10. Check
in
: Tindakan penumpang untuk melapor kepada pihak hotel maupun airline.
11. Children
: Kategori anak anak yang di kenakan diskon pada saat pengissuedtan tiket
tetapi hanya garuda Indonesia yang memberikan diskon kepada anak anak.
12. Continue
itinerary :
Segmen lanjutan ( tidak termaksud GAP) yang di miliki penumpang dalam
suatu perjalanan.
13. Connection
fight
: Pemberhentian pesawat terbang di suatu tempat tertentu,kemungkinan untuk
pergantian pesawat biasanya terjadi pada penerbangan internasional.
14. Destination
: Tempat tujuan penerbangan ,tempat yang merupakan tujuan akhir dari suatu
perjalanan.
15. Deplanning
point :
Kota / airport tempat penumpang di jadwalkan mengakhiri perjalanan dalam suatu
penerbangan tertentu.
16. Direct
fight
: Penerbangan langsung dari origin point menuju destination tanpa ada
transit.
17. Duplicate reservation
: Dua pembukuan / lebih yang di buat oleh seseorang
/beberapa penumpang yang sama ,sedangkan penumpang tersebut hanya dapat
menggunakan salah satu dari reservasi tersebut.
18. Endorsement
: Otorisasi dari perusahaan penerbangan kepada pejabatnya untuk
memindahkan hak pemakaian dari ticket atau fight coupon kepada perusahaan
penerbangan lainnya.
19. Estimate time arrival (ETA) :
Ketika sebuah kapal,kendaraan,pesawat kargo,layanan darurat/computer di harapkan
tiba di tempat tertentu.ETA biasanya berarti perkiraaan waktu /di harapkan dari
kedatangan /untuk mencapai /tersisa.
20. Estimate time
departure : Data dan waktu di mana perjalanan udara /
kapal di perkirakan akan berangkat dari sebuah kota melalui bandara /
pelabuhan.
21. Excange
voucher
: Voucher yang di keluarkan oleh BPW yang ada di dalam negeri
sebagai pengganti voucher yang di bawa wisatawan dari negaranya.
22. Fare
: Harga yang di kenakan pada penumpang ketika membeli tiket,fare
terdiri atas : fare basic,fuel surcharge,tax dan iuran wajib jasa
raharja.
23. Flight coupon
: Kupon yang harus di isi sesuai dengan data reservasi penerbangan .
24. Flight number
: Nomor penerbangan suatu airline.
25. Gap
: Bagian dari itinerary penumpang yang melibatkan transportasi di
luar airline.
26. Group
: Permintaan reservasi dari rombongan penumpang dengan jumlah
sepuluh orang atau lebih (tidak termaksud bayi) yang bermaksud melakukan
perjalan bersama.
27. High season
: Masa di manapermintaan terhadap kamar / tiket sangat tinggi sehingga
hotel dan airline sering menaikan harga kamar/tiket .high season terjadi pada
hari hari besar seperti natal,idul fitri,tahun baru,dll.
28. Inadmissible
: Penumpang yang tiba dari suatu penerbangan tetapi kedatangannya di tolak oleh
badan yang berwenang di Negara tersebut.
29. Incentive
travel
: Perjalanan liburan di atur oleh / melalui majikan dan di berikan sebagai
bonus motivasi untuk kualifikasi karyawan /penjual.
30. Handicap passenger
: Penumpang Yng cacat ,untuk itu,airline selau
memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan oleh penumpang cacat
seperti kursi roda,dll.
31. Infant
: Infant (0 bulan – 23 bulan) memiliki tingkat diskon yang mencapai 75%
dari total fare.
32. Inclusive
: Paket wisata (suatu perjalanan wisata dengan satu atau lebih tujuan
kunjungan yang di susun dari berbagai fasilitas perjalan tertentu dalam
acara yang tetap serta di jual dengan harga tunggal yang menyangkut seluruh
komponen wisata).
33. Intercharge fight
: Penerbangan yang di operasikan oleh dua / lebih perusahaan yang sama
dari suatu boarding point sampai deplaning point untuk memberikan keuntungan
lansung kepada penumpang.
34. Interline point
: Setiap kota / airport dalam suatu itinerary penumpang,tempat penumpang
bergantian / berpindah penerbangan dari suatu airline lainnya.
35. Itenerary
: Keseluruhan perjalanan penumpang dari awal hingga akhir meskipun di dalamnya
terdapat / di pisahkan oleh gap.
36. Late
cancelation
: pembatalan reservassi yang di lakukan penumpang menjelang saat keberangkatan
sehingga airline tersebut tidak mungkin menjualnya kembali.
37. Cancel free
: Pembayaran / pembatalan.
38. Leg
: Jarak antara pemberhentian penerbangan yang berurutan pada satu
perjalanan.
39. Low
season
: suatu periode dalam setahun di mana arus perjalanan wisatawan rendah.
40. Married
segment
: Penggabungan antara connecting fight dengan leg yang hanya mempunyai
perbedaan pada origin dan destination.
41. Minumum connecting time
: Waktu minimum yang di butuhkan operator untuk mentransfer
penumpang dan bagasi dari satu penerbangan ke penerbangan ke penerbangan
yang lain.
42. Missconnection
: Suatu situasi yang terjadi apabila seseorang penumpang
terlambatnya penerbangan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan
dengan penerbangan berikutnya.
43. Miscellaneous chargers
orders : Suatu situasi yang terjadi apabila seseorang
penumpang yang terlambat tiba di interline point akibat dari terlambatnya
penerbangan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan
penerbangan berikutnya.
44. No record
passenger : Suatu keadaan ketika penumpang yang
telah memiliki reservasi dan menunjukan tiket dengan status confirm atau ok
tetapi airline office dari boarding member di kota tersebut tidak
memiliki catatan transaksi yang menyatakan bahwa airline pernah
memberikan atau memberikan reservasi dengan status confirm seperti yang
tertera pada tiket.
45. Non carrying airline
: airline yang tidak ikut
berpartisipasi dalam menerbangkan penumpang tetapi menangani permintaan /
pembuatan reservasinya.
46. Opendate
ticket
: Tiket penerbangan yang telah di terbitkan dengan tanggal
keberangkatan dan / nomor penerbitan yang belum bisa di pastikan
lagi.
47. Origin
: Kota awal sebelum keberangkatan di mana seseorang penumpang memulai
perjalanan.
48. Over booking
: Suatu keadaan ketika perusaaan airline melakukan penerimaan reservasi
melebihi kapasitas yang dapat di jual.
49. Over sale
: sebuah kondisi di mana harga sebuah asset telah merosot tajam dan
ketingkat bawah yang nilai sebenarnya berada.
50. Passenger name record :
Catatan transaksi reservasi yang telah di buat oleh setiap penumpang
,lengkap dengan berbagai informasi Yang di perlukan untuk memproses
dan mengontrol transaksi reservasi tersebut baik oleh kantor penjualan
maupun participating airlines.